oleh

21 Leader Global Insani Dipanggil Polisi, Pengacara : Jangan ada Kriminalisasi

Jurnalcirebon.com – Sebanyak 21 leader yang merekrut calon jamaah haji dan umroh Global Insani dipanggil penyidik Polres Cirebon. Mereka diperiksa terkait keterangan Direktur Surabraja Mandiri, Basuni Prawiranegara yang menyebutkan pihaknya Global Insani telah membayar bonus kepada para leader tersebut sebesar Rp8 miliar.

Informasi yang berhasil dihimpun jurnalcirebon.com, sejumlah leader memenuhi panggilan penyidik sejak Kamis (7/9/18). Mereka dimintai keterangan terkait bonus yang mereka terima dari Global Insani atas jasa referensi haji dan umroh yang menggunakan sistem pemasaran berjenjang.

“Kami berharap pihak kepolisian melakukan penyidikan secara fair dan tidak melayani ‘pesanan’ dari GI. Karena informasi yang kami terima pihak GI ingin menekan para leader agar kasus GI yang sekarang sudah masuk tingkat penyidikan dihentikan,” ujar salah seorang leader yang minta jatidirinya dirahasiakan.

Dia menjelaskan selama ini pihak GI gerah dengan para leader yang getol memperjuangkan nasabah mendapatkan hak-haknya mendapatkan porsi haji dan pengembalian modal investasi.

“Leader yang dapat panggilan polisi itu leader yang getol melawan Basuni Cs. Tujuannya jelas untuk melemahkan perjuangan nasabah GI menuntut keadilan,” tegas dia.

Para leader yang sebagian sudah melaporkan kasus Global Insani ke Polres Cirebon juga mengaku heran kenapa laporan mereka yang sudah dilakukan lebih dari satu tahun lalu belum ditindak lanjuti.

“Malah sekarang seolah-olah mereka sibuk melayani ‘pesanan’ dari pihak yang kami laporkan. Mungkin karena mereka kalangan beruang sedangkan kita para korban posisinya lemah secara finansial,” ujar leader lainnya seraya berharap dugaannya salah.

Sementara itu, Pengacara nasabah Global Insani, Ibnu Saechu meminta pihak kepolisian tidak melakukan kriminalisasi terhadap nasabah Global Insani khususnya terhadap para leader yang ikut mereferensikan calon jamaah haji dan umroh lewat Global Insani.

“Kami berharap jangan ada Kriminalisasi terhadap para nasabah termasuk para leader. Kami yakin institusi Polri profesional dalam mengungkap kasus ini dan bisa segera menetapkan tersangka,” tandas Ibnu Saechu. (Kang Aye)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed