oleh

Aparat Diminta Usut Kasus Pungli RSUD Arjawinangun

-Tak Berkategori-107 views

CIREBON -Penegak hukum diminta menindak tegas siapapun pelaku yang diduga terlibat kasus pungli penerimaan pegawai honorer RSUD Arjawinangun .

“Kasus ini jadi sorotan publik. Apalagi ini bukan soal penganiayaan saja, tapi dibalik kasus ini ada pungli yang dikutip dari tenaga honorer yang nilainya mencapai miliaran rupiah,” kata Tommy Kawilarang, pegiat anti korupsi di Kabupaten Cirebon kepada jurnalcirebon.com, Minggu (23/10).

Dia mengatakan, pungli di RSUD Arjawinangun adalah preman berkedok wakil rakyat yang sama sekali tidak mewakili rakyat. “Melainkan tak lebih dari seorang Centeng dari penguasa,” tegas Tommy seraya mengancam akan melaporkan kasus ini ke KPK jika polisi ataupun jaksa tidak cepat mengusut kasus gratifikasi penerimaan pegawai honored di rumah sakit milik pemda tersebut.

Tommy juga berharap kasus pemukulan yang dilakukan oknum anggota DPRD Kabupaten Cirebon tersebut bisa mja sampai meja hijau. “Kasus ini bisa jadi pintu masuk untuk membuka mega Sekandal korupsi di Kabupaten Cirebon,” ungkap dia.

Dia menambahkan, jika untuk masuk jadi tenaga honorer yg gajinya ratusan ribu saja harus setor upeti puluhan juta, bagaimana dengan proyek-proyek besar? “Cilik disikat gede diembat, itulah realitanya,” tandas Tommy.

Seperti diketahui, dugaan penganiayaan seorang perawat RSUD Arjawinangun, Rakhmat Hidayat, oleh anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Yoyo Siswoyo menguak maraknya praktik pungutan liar (pungli) dalam penerimaan pegawai honorer di RSUS Arjawinangun Cirebon. (SAN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *