Astaga, 3 ABG diantaranya Bocah SD Perkosa Siswi SMP

oleh

JURNALCIREBON.COM, GEMPOL – Sungguh malang nasib Bunga (14), bukan nama sebenarnya, warga Desa Palimanan Barat kecamatan Gempol. Dia digagahi tiga pria secara bergiliran setelah diceoki pil koplo.

ABG yang tercatat masih duduk di bangku salah satu sekolah tingkat pertama (SMP) di Wilayah Kecamatan Gempol itu tak menyangka bakal diperlakukan tak senonoh tiga pemuda yang dikenalnya lewat media jejaring sosial facebook. Dia pun lantas dicabuli secara bergiliran oleh tiga temannya di sebuah gubug kebun desa setempat.

Menurut orang tuanya, Sukana (38) warga Desa Palimanan Barat, korban diduga dicabuli ketiga temannya yakni MN (13), D (20), keduanya dari warga desa yang sama dan B (14) warga Desa Panongan Kec Palimanan Kab Cirebon.

Keterangan yang berhasil dihimpun media ini mengatakan,peristiwa bermula pada hari Sabtu (28/1), saat itu MN menelpon korban untuk bisa melakukan pertemuan di satu tempat.

Tanpa curiga korbanpun mau menuruti keinginan pelaku untuk bertemu.Dan pertemuanpun berlangsung disebuah gubug di kebon blok kandang desa Palimanan Barat sekira pukul 19.00 WIB.

“Saya menduga ini semua sudah direncanakan MN dengan kedua rekan pelaku lainnya yang sudah ada di tempat itu. Disitu anak saya diberi minum es yang sudah dicampuri sesuatu sejenis pil koplo hingga membuat anak saya pusing. Saat itulah ketiganya kemudian melakukan perbuatan bejadnya. Anak saya kemudian pulang sendirian kerumah sekitar jam 9.30 malam,” papar Sukana seperti dikutip mitradialog.com, Rabu (8/2).

Dikatakan Sukana, karena merasa curiga dengan sikap anaknya saat itu,pihaknya bersama keluarga mempertanyakan apa yang terjadi.Dan setelah didesak, korban akhirnya mengaku telah dicabuli tiga temannya secara bergiliran.

Mendengar perlakukan yang dialami anaknya itu,kedua orang tua korban pada Senin (31/2) langsung melaporkan kasus tersebut ke Polres Cirebon. Dia berharap jajaran Polres Cirebon bisa segera menangkap semua pelakunya.”Saat ini baru MN yang berhasil ditangkap,sedangkan D dan B masih belum tertangkap,”ujar Sukana diamini istrinya, Ernawati.

Sukana juga meminta agar pihak berwajib menjatuhkan hukuman setimpal untuk para pelaku termasuk pelaku MN yang masih tercatat sebagai siswa kelas 6 di salah satu SD diwilayah Palimanan Barat.(Sanuri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *