Begini Metode Perekrutan Aliran Gafatar

oleh

Kuningan – Metode perekrutan aliran Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang telah dinyatakan sesat oleh MUI Kabupaten Kuningan ternyatan bukan melalui pengajian di suatu tempat yang melibatkan banyak orang atau melakukan diskusi-diskusi agama.

Pengikut aliran ini merekrut anggotanya dengan cara mendatangi rumah targetnya secara ‘door to door’. Pengikut aliran ini akan tinggal di rumah target tersebut untuk waktu agak lama untuk menjelaskan tentang ajaran yang mereka bawa kepada seluruh penghuni rumah.

“Jadi seperti benalu, mereka ikut tinggal di rumah target dan mengajak seluruh anggota keluarganya masuk dalam golongan mereka. Setelah masuk, mereka mencari target lainnya,” kata Kapolres Kuningan AKBP Wahyu Bintono, Rabu (03/04/2013).

“Setelah berhasil mengajak seluruh anggota keluarganya masuk ke dalam golongan mereka, dia akan pergi mencari target lain. Keluarga yang sudah masuk ajaran ini akan dengan sendirinya mempengaruhi tetangga-tetangga yang lainnya. Namun jika melihat adanya kejadian penolakan terhadap pengikut aliran ini, berarti masyarakat Kuningan sudah paham bahwa aliran tersebut bukan untuk diikuti,” kata Wahyu.

Karenanya, pihaknya meminta masyarakat mewaspadai keberadaan aliran Gafatar di Kabupaten Kuningan dan turut serta menghambat penyebarannya tidak semakin meluas.

“Oleh karena itu masyarakat agar mewaspadai orang asing yang baru dikenal,” kata dia. (Ceepo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *