Berandalan Bermotor Pembunuh, Sempat Tolak Reka Adegan

oleh

Cirebon Kota – Ditengah-tengah proses penyelidikan atas pembunuhan terhadap dua sejoli RS dan VN, delapan pelaku mendadak menolak melanjutkan rekonstruksi.

Dari rencana 28 adegan dipersiapkan Polda Jabar untuk memperkuat bukti, pelaku baru memperagakan tujuh adegan rekonstruksi. Penolakan rekonstruksi tersebut lantaran para tersangka mendadak tidak mengakui perbuatannya membunuh dan menyiksa dua sejoli Cirebon. “Di tempat rekonstruksi, pelaku malah menolak dan mengubah keterangannya jadi tidak mengakui perbuatannya. Itu sah saja,” sebut Kasubdit Jatanras Polda Jabar AKBP Martri Sony kepada wartawan, Rabu (26/10/2016).

Dia menjelaskan, dari empat TKP yang menjadi lokasi rekonstruksi, para tersangka baru beradegan di TKP pertama. Yakni di gang tempat para pelaku berkumpul sebelum mereka melakukan pengejaran kepada RS dan VN hingga akhirnya dihabisi.

Bahkan, lanjutnya, saat rekonstruksi, pelaku maupun saksi yang ada di lokasi mengubah keterangan tidak sesuai BAP awal. Termasuk, di lokasi awal tempat para pelaku berkumpul sebelum beraksi. “Di BAP awal mereka mengakui termasuk saksi tapi saat rekonstruksi mengubah pengakuan. Itu sah saja dan proses hukum tetap berjalan,” ujarnya.

Dari keputusan para pelaku, rekonstruksi tetap berjalan dengan melibatkan peran pengganti. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan jaksa dan penasehat hukum atas penolakan yang diajukan tersangka. (HAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *