oleh

Dewan Pusat Turun Cek Semburan Gas Indramayu, Pertamina Kebakaran Jenggot

INDRAMAYU – Kabar turunnya Komisi VII DPR RI ke lokasi semburan gas di pemukiman warga di Indramayu membuat pihak pertamina kebakaran jenggot.

Mereka pun buru-buru mendatangi rumah warga di dua desa yang terkena dampak semburan gas tersebut. Semburan gas yang keluar di pemukiman warga pun kemudian disalurkan ke pinggir sungai menggunakan pipa.

“Sebelum ada kabar kunjungan dewan dari pusat pertamina cuek-cuek saja. Bahkan tak pernah mau mendengarkan jeritan warga,” ujar Lukman, warga Sukaperna yang tinggal tidak jauh dari lokasi penambangan gas Pertamina.

Dia mengaku kecewa dengan pihak pertamina yang dinilainya kurang tanggap dengan kondisi yang dialami warga di lingkungan pengeboran tersebut. “Bahkan Pertamina seolah cuci tangan dan tidak mau bertanggung jawab atas semburan gas yang muncul di area pemukiman warga. Katanya itu gas alam liar,” kata Lukman.

Bahkan jelang kunjungan wakil rakyat di senayan dengan tim Pertamina Pusat semburan gas bertambah kencang dan menimbulkan bau menyengat yang membuat kepala pusing. Dia mengaku khawatir gas yang keluar di lingkungan pemukiman mereka mengandung zat berbahaya yang dapat mengancam kehidupan warga setempat.

“Jelang kunjungan dewan dan tim pertamina pusat bau gas makin menjadi-jadi. Bahkan tadi ada kebakaran kecil akibat ada yang buang putung rokok. Untung bisa segera dipadamkan,” tutur Lukman.

Sementara itu, pantauan jurnal cirebon di lapangan, lokasi semburan gas yang awalnya berada di rumah-rumah warga kini mulai disalurkan ke pinggir sungai atau sawah yang jauh dari pemukiman.

Selain semburan gas yang semakin kencang, aroma tak sedap akibat gas alam yang keluar dari dalam bumi semakin menyengat. Rupanya tingginya tekanan gas dan bau menyengat ditimbulkan akibat adanya aktivitas di lokasi pengeboran pertamina. ” Jangan merokok mas kami sedang membuang gas,” ujar seorang petugas di lokasi pengeboran.

Rupanya petugas di lokasi pengeboran pertamina sedang memompa gas agar hilang. Sehingga saat kunjungan dari Komisi VII DPR RI dan tim pertamina pusat dampak semburan gas bisa dieliminasi.

“Menurut saya kunjungan wakil rakyat dari pusat membuat pihak kebakaran jenggot sehingga berusaha mengeliminasi semburan gas saat kunjungan pengecekan lokasi nanti,” ujar Aris Syihada, tokoh pemuda setempat.

Dia mengakui adanya peningkatan aktivitas semburan gas jelang kunjangan anggota dewan dan pertamina pusat tersebut. “Pantas saja tekanan gas meningkat dan aroma tak sedap akibat semburan gas makin menyengat rupanya ada aktivitas dari pertamina yang sedang berusaha memompa gas,” ujar Aris sambil menunjukkan gelembung-gelembung gas yang banyak muncul di permukaan sungai.

Dia menambahkan adanya aktivitas pertamina tersebut jelas berdampak terhadap aktivitas semburan gas di lingkungan warga sekitar. “Artinya pertamina jangan cuci tangan dan harus bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan,” tandas Aris. (Amar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed