Dirkrimsus Polda Jabar Serius Tangani Kasus Investasi Bodong Global Insani

oleh
Foto : Istimewa

BANDUNG, (JCO) – Kasus penipuan haji dan umrah berkedok investasi, BMT Global Insani memasuki babak baru. Setelah sekian lama tak ada kejelasan, kasus ini kini mulai ditangani serius oleh Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Jabar.

Informasi yang berhasil dihimpun jurnalcirebon.com, sejumlah saksi dan korban investasi bodong Global Insani diperiksa intensif di Mapolda Jabar. Penyidik terus mengungkap kasus dugaan kejahatan korporasi, ekonomi, perbankan dan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan para pelaku dengan jumlah korban mencapai ribuan orang dan kerugian mencapai Rp 70 miliar rupiah.

Kuasa Hukum pelapor, Ibnu Saechu mengatakan BMT Global Insani dinilai telah menipu ribuan nasabahnya. Mereka juga dinilai telah melakukan kejahatan perbankan dengan menghimpun dana masyarakat tanpa izin. “Global Insani dan Surabraja Mandiri jelas telah melakukan tindak pidana perbankan dan kemungkinan kuat melakukan tindak pidana pencucian uang,” kata Ibnu Saechu kepada jurnalcirebon.com, Jumat (19/1/18).

Dia menyebutkan, sedikitnya ada 2000 calon jamaah haji yang ikut program haji melalui BMT GI terancam gagal berangkat ke tangah suci karena porsi haji yang sudah dibooking diancam dibatalkan pihak bank. Padahal, kata dia, nasabah telah membayar lunas biaya porsi haji tersebut. “Nyatanya BMT GI tidak menyetorkan dana nasabah ke pihak bank. Melainkan hanya membayar ujroh (denda)nya saja. Sehingga banyak nasabah yang kaget begitu mendapat surat tagihan dari bank,” jelas Direktur LBH Lembaga Pengawas Kebijakan Pemerintah dan Keadilan Nasional tersebut.

Dia juga menyebutkan, ada sekitar 5.700 paket qiradh (investasi) dari sedikitnya 3.732 investor yang menanamkan investasinya ke BMT Global Insani tidak mendapat keuntungan bagi hasil seperti yang dijanjikan.

“BMT Global Insani menawarkan produk investasi syariah (qiradh) kepada masyarakat. Produk tersebut ditawarkan perpaket sebesar Rp 8 juta dan Rp 9 juta dengan prinsip bagi hasil,” jelas Saechu.

Dana investor yang dikumpulkan BMT Global Insani, tambah dia kemudian disalurkan ke PT Surabraja Mandiri (PT SBM) untuk mengelola sejumlah usaha sepeeti perkebunan jabon, jahe dan perumahan. “Akibat praktik investasi bodong tersebut, total kerugian nasabah mencapai Rp70 miliar,” tandas dia. (amar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *