oleh

Diteriaki Maling, 2 Pemuda Dikeroyok Massa, 1 Tewas

Jurnalcirebon.com- Diteriaki maling hingga tewas dengan kondisi babak belur, warganet ini menuntut aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.

Kejadian nahas menimpa Teja (19 tahun), seorang remaja di Blok Pondokasem Desa Jengkok Kecamatan Kertasemaya Indramayu dan Akhmad Yani (20 tahun) warga Desa Guwa Kidul Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon.

Akun Wahyu Kusyati menyebut keponakannya menjadi korban persekusi, Selasa (6/11). Akibat kejadian tersebut nyawa Teja tak tertolong, sementara Akhmad Yani selamat dari amuk warga.

Informasi yang dihimpun jurnalcirebon.com, Kamis (8/11) peristiwa berawal saat kedua remaja yang diduga dalam pengaruh minuman keras memutuskan turun dari kendaraan yang dinaiki karena takut oleng dan jatuh.

Keduanya pun beristirahat di kebun kacang milik warga di pinggir Jalan yang menghubungkan Desa Jambe Kecamatan Kertasemaya – Jayalaksana Kecamatan Kedokan Bunder.

Saat mereka sedang istirahat’ ada seorang warga yang menyuruh keduanya pergi. Alasannya, sehari sebelumnya di lokasi tersebut ada pencurian kendaraan bermotor.

Namun rupanya kedua pemuda yang diduga dalam keadaan mabuk salah paham dan merasa tidak terima dengan kata-kata warga yang menganggap keduanya Maling hingga warga tersebut kemudian digebugin.

Tidak terima dengan perlakuan kedua pemuda tersebut, warga tadi teriak maling hingga kemudian warga lainnya berdatangan dan mengeroyok kedua pemuda naas tersebut. Keduanya hendak dibakar massa beruntung digagalkan aparat kepolisian yang datang tak lama kemudian.

Akun Vina Winata meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus persekusi yang mengakibatkan korban jiwa tersebut. “Kun ku..korban. …bocah loro kuh.sing dubegal dudu begal,”

Akun Ozzy Doank juga menyayangkan kasus persekusi yang menimpa tetangganya tersebut, “Iya dudu maling/begal cm ana salah paham dadie bisa fatal.kien lg diurus2 nng pihak berwajib.”

Akun lainnya seperti akun Mariah Ceryie meminta aparat kepolisian menindak tegas para pelaku persekusi kedua korban. “Qta ga oa prcaya lamon mbegaL motorku, soale kuwunku dau balik krja ngenek mobil.. Paling ga di adang ng towang di sgka begaL… Soale kuwunku tanggae Qta dau balik krja nengan.. Jaman kien maling triak maling?”.

(Kang Aye)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed