Geng Motor Bunuh Anak Polisi dan Perkosa Pacar Korban

1363 views

CIREBON – Polresta Cirebon menangkap 8 orang pelaku kasus pemerkosaan, sekaligus kasus penganiayaan dan pembunuhan. Para tersangka yang ditangkap merupakan anggota geng motor Moonraker. Mereka telah melakukan aksi jahatnya membunuh pasangan kekasih, yakni RR (pria) dan V (wanita).

Kedua korban yakni RR dan V pada awalnya dikira meninggal akibat korban kecelakan lalu lintas di wilayah Talun, Kabupaten Cirebon. Pada saat akan dilakukan penguburan, polisi menaruh curiga atas kematian dua korban tersebut. Polisi memiliki asumsi lain atas kematian RR dan V ini.

Awalnya orang tua mengira bahwa anak laki-lakinya dan korban wanita merupakan korban kecelakaan lalu lintas. Namun polisi menaruh curiga karena ada kejanggalan yang dilihat oleh anggota dilapangan.

Saat itu petugas melihat kematian RR dan V tidak wajar. Dari keterangan yang didapat, polisi meyakini keduanya meninggal akibat pembunuhan.

Polisi pun bergerak untuk mengusut kasus tersebut. Setelah dilakukan pengembangan berdasarkan dari bukti dan saksi teman-teman korban, kecurigaan polisi pun terbukti. RR dab V tewas akibat dibunuh oleh sekelompok geng motor Moonraker.

Ternyata benar setelah dilakukan pengembangan mereka tewas karena dibunuh. Para tersangka tertangkap di Jalan Perjuangan Majasem, Kampung Situgangga, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

Dirinya melanjutkan, setelah menangkap para tersangka polisi melakukan pemeriksaan. Dan mereka mengakui kalau mereka telah membunuh kedua korban tersebut.

Korban RR dikeroyok dan dianiaya sampai meninggal. Sementara teman perempuannya diperkosa secara bergiliran oleh para pelaku.

Saat itu kedua korban dan beberapa rekannya sedang mengendarai sepeda motor, dan melintas di depan SMP 11 Kalitanjung. Kemudian sekelompok motor Moonraker melakukan pelemparan batu terhadap teman-teman korban. Lalu terjadi aksi kejar-kejaran, karena korban dan rekan-rekannya melarikan diri. Para pelaku mengejar dan memepet korban RR yang tengah membonceng kekasihnya V.

Setelah dipepet, korban dipukul pakai bambu hingga jatuh di fly over Kepongpongan Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, sementara rekan korban yang lainnya itu kabur.

Tak cukup melihat korban tersungkur ke aspal setelah mendapatkan hantaman dari bambu, para pelaku langsung membawa keduanya ke tempat sepi dan gelap, tepatnya di depan SMP 11 Kalitanjung. Di situlah sepasang kekasih ini menerima penganiayaan hingga meninggal dunia. Setelah dinyatakan tak bernafas, para pelaku membuat sebuah alibi untuk menghilangkan jejak dari aksi keji mereka.

Jadi untuk mengelabui para petugas mereka membuang dua korban di TKP awal di Jembatan Fly Over Kepongpongan. Jadi seolah-olah mereka korban laka lantas.

Polisi mengamankan delapan orang di antaranya Jaya (23), Supriyanto (19), Eka Sandi (23), Hadi Saputra (23), Eko Ramadani (27), Sudirman, Saka, dan Rifalso Wardhana, pada hari Rabu (31/8) kemarin.

Korban RR merupakan putra dari Aiptu Rudiana Anggota Sat Res Narkoba Polres Cirebon Kota. Kasus ini masih terus dikembangkan.

Posting Terkait