oleh

Cirebon tak Punya Bupati dan Wakil Bupati

Jurnalcirebon.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pekan lalu menangkap tangan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra terkait kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait mutasi jabatan, proyek dan perizinan di Kabupaten Cirebon tahun anggaran 2018.

Sunjaya Purwadisastra merupakan Bupati Cirebon dua periode yang diusung PDI Perjuangan.

Pada periode pertama, Sunjaya yang berpasangan dengan Tasiya Soemadi (jago-jadi) mengalahkan pasangan Heviyana-Rakhmat (hebat). Namun, belum juga habis satu periode menjabat Bupati dan Wakil Bupati keduanya tersandung masalah hukum.

Tasiya Soemadi alias Gotas lebih dahulu dijebloskan ke penjara akibat dugaan korupsi dana hibah dan bantuan sosial. Jabatan Wakil Bupati sempat digantikan Selly A. Gantina yang kemudian mundur karena mencalonkan diri sebagai caleg DPR RI.

Dengan ditangkapnya Sunjaya praktis rakyat Kabupaten Cirebon tidak memiliki Bupati dan Wakil Bupati. Untuk mengisi kekosongan jabatan Bupati, Sekda Kabupaten Cirebon, Rahmat Sutrisno resmi menjabat Plh Bupati Cirebon sejak Jumat (26/10/2018).

Pada 2018, Sunjaya yang berpasangan dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon Imron Rosyadi  dinyatakan menang dalam Pilbup Cirebon 2018, mengalahkan tiga pasangan calon lainnya.

Saat ini, Sunjaya masih menanti waktu pelantikan mengingat jabatannya sebagai bupati Cirebon sebelumnya belum berakhir. Rencananya pasangan Sujjaya-Imron dijadwalkan dilantik pada Juni 2019 mendatang. Namun, sebelum dilantik Sunjaya keburu ditangkap KPK.

Keikutsertaan Sunjaya dalam Pilkada Kabupaten Cirebon 2018 merupakan yang ketiga kalinya. Sebelumnya, pada 2008, ia maju lewat jalur perseorangan bersama Abdul Hayyi, namun gagal. (Kang Aye)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed