Kasus Hukum Tidak Jelas, Ratusan Korban Investasi Bodong Mengadu ke LBH

oleh

SUMBER, (JCO) – Puluhan korban investasi bodong Global Insani yang tergabung dalam Forum Komunikasi Nasabah Global Insani mendatangi kantor LBH LP-KPK Jawa Barat di Jalan Kigede Mayaguna No. 35 Watubelah Sumber Cirebon.

Mereka membawa berkas-berkas bukti setoran sewaktu menjadi nasabah di Global Insani seperti qiradh haji, umroh dan lain – lain.

Sebanyak 5.700 qiradh dari sedikitnya 3.732 investor yang menanamkan investasinya ke BMT Global Insani tidak mendapat keuntungan bagi hasil seperti yang dijanjikan. Akibat praktik investasi bodong tersebut kerugian para nasabah mencapai sekitar Rp70 miliar.

BMT Global Insani yang berkantor di Kasugengan Kidul Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon menawarkan produk investasi syariah (qiradh) kepada masyarakat. Produk tersebut ditawarkan perpaket sebesar Rp 8 juta dan Rp 9 juta dengan prinsip bagi hasil.

Dana investor yang dikumpulkan BMT Global Insani kemudian disalurkan ke PT Surabraja Mandiri (PT SBM) untuk mengelola sejumlah usaha sepeeti perkebunan jabon, jahe dan perumahan.

“Namun setelah 3 tahun, sesuai dengan waktu yang dijanjikan, investor tidak mendapat bagi hasil dan pokok. Mereka berdalih mengalami gagal panen,” ujar H. Jamal perwakilan nasabah GI

Bahkan, kemudian kata PT SBM dinyatakan pailit berdasarkan putusan Pengadilan Niaga tanggal 30 Maret 2017
Nomor 12/Pdt.Sus-Pailit/2017/PN.Niaga.Jkt.Pst.

“Saya bingung mas, dituntut mengembalikan uang milik puluhan calon jamaah haji dan umrah yang sudah terlanjur saya setorkan ke BMT GI. Nyatanya Gi tidak setor ke bank untuk melunasi biaya porsi haji maupun pembiayaan umrah sebagaiman yang dijanjikan,” kata Jamal yang menjadi pembimbing di salah satu Kelompok bimbingan ibadah haji ini.

Jamal mengaku harus mempertanggungjawabkan dana milik calon jamaah haji yang jumlahnya sebanyak 73 orang. “Itu belum termasuk investasi qiradh yang jumlahnya lebih dari 55 paket dengan nilai masing-masing Rp 8 juta- Rp 9 juta per paketnya,” terang pria berstatus PNS ini.

Ketua Forum Komunikasi Nasabah BMT GI, Khaeron mengaku pihaknya juga telah bekerja sama dengan Satuan Tugas Waspada Investasi Cirebon, OJK dan instansi terkait untuk mengusut praktik investasi ilegal yang diakukan BMT Global Insani dan PT Surabraja Mandiri (PT SBM).

“BMT Global Insani ilegal, tidak memiliki izin dan tidak berada di bawah pengawasan OJK. Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Cirebon pun tidak pernah mengeluarkan rekomendasi izin usaha kepada BMT Global Insani,” kata Khaeron yang menyerakan kasus ini ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) Jawa Barat.

Direktur LBH LP-KPK Jabar, Ibnu Saechu mengatakan BMT GI maupun PT Surabraja Mandiri dinilai telah melakukan kejahatan korporasi dan Perbankan. “BMT GI menghimpun dana masyarakat tanpa ada izin. Dan sudah jelas merampok puluhan miliar dana nasabahnya,” tegas Ibnu Saechu yang mengaku tengah mengawal kasus yang telah bergulir di Kepolisian Daerah Jawa Barat.

Dia menambahkan, jumlah nasabah yang melapor terud bertambah dan saat ini sudah mencapai ratusan orang. “Kami berharap kasus ini ditangani serius. Apalagi korbannya adalah calon jamaah haji dan umroh yang jumlahnya ribuan dan nilai kerugian mencapai puluhan miliar rupiah,” harap Ibnu. (Amar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *