oleh

Korban Semburan Gas Indramayu Tuntut Keadilan

INDRAMAYU, (JCO) – Semburan gas alam di Desa Pagedangan dan Sukaperna Kecamatan Sukadana Indramayu membuat resah warga sekitar sumur bor milik pertamina tersebut. Mereka khawatir dampak semburan gas dengan bau menyengat tersebut membahayakan kehidupan mereka.

Pantauan jurnalcirebon.com di lokasi semburan gas di sejumlah titik semakin kencang dan menimbulkan bau menyengat. Warga pun menggunakan masker karena takut semburan gas yang muncul mengeluarkan zat beracun yang membahayakan.

“Semburan gas muncul di rumah-rumah warga. Baunya menyengat dan bikin kepala pusing, mas. Kita takut gasnya mengandung racun, ” ujar Ropiah, warga Sukadana diamini Sutini, warga lainnya kepada jurnalcirebon.com, Senin (8/1/18).

Ropiah mengaku tidak tenang dan selalu was-was titik-titik semburan gas yang terus bertambah di pemukiman warga sewaktu-waktu memicu ledakan. Selain muncul di pemukiman, titik-titik letupan gas muncul di sungai dan areal persawahan. “Kami berharapa pihak terkait segera mengatasi persoalan yang menimpa kami,” ujar Ropiah.

Sementara itu Direktur Lembaga Bantuan Hukum Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LBH LP-KPK) Jawa Barat yang mengadvokasi warga korban semburan gas di Pagedangan dan Sukaperna mengaku sudah melaporkan kasus ini ke Komisi VII DPR RI.

“Kami sudah melaporkan kasus ini ke Komisi VII DPR RI dan alhamdulillah jeritan warga Sukaperna dan Pagedangan langsung direspon dan hari ini rencananya langsung melakukan pengecekan di lapangan bersama tim dari pertamina pusat dan instansi terkait lainnya,” ujar Ibnu Saechu.

Ibnu mengaku pihaknya sedang melakukan investigasi di lapangan terkait semburan gas alam di pemukiman dua desa yang letaknya hanya berjarak beberapa ratus meter dari lokasi pengeboran pertamina tersebut.

“Selama ini warga mengaku tidak tahu menahu adanya aktivitas pertamina di sekitar pemukiman mereka. Pertamina dinilai kurang melakukan sosialisasi dan partisipasi warga kurang dilibatkan,” tandas Ibnu. (Amar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed