oleh

Mantan Pejabat Kantor Damkar Cirebon jadi Koordinator Rekrutmen Ratusan Honorer Siluman

JURNALCIREBON.COM – Kasus masuknya 220 orang honorer siluman di Kantor Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (KPBD Damkar) Kota Cirebon, yang mulai 2017 menjadi Dinas Damkar, mulai terkuak. Kasi Pemadam Kebakaran Kantor Penanggulangan Bencana Daerah dan Damkar (KPBD Damkar) Kota Cirebon, Uri, yang saat ini sudah pensiun, diduga menjadi koordinator 220 orang pegawai honorer itu.

Fakta tersebut diungkapkan Kepala Dinas Damkar Adam Nurudin ketika didesak sejumlah anggota Komisi A DPRD dalam rapat dengar pendapat, Rabu 11 Jnauari 2017. Semula Adam tidak mau membuka informasi soal itu. Adam malah memberikan jawaban yang dinilai sejumlah legislator berbelit-belit dan bikin pusing.

Salah satu anggota Komisi A Handaru Jati Kalamullah, akhirnya mendesak Adam untuk membuka, kasusnya yang sebenar-benarnya. Andru, sapaan akrab Handaru, juga meminta Adam membuka nama oknum anggota dewan yang dikabarkan terlibat. Adam akhirnya hanya membuka nama Uri. Itupun dengan tambahan, dia tidak tahu menahu apa yang sudah dilakukan Uri.

“Sebenarnya ketika sukarelawan yang sedang latihan itu mulai masuk, saya sudah menolak. Namun saya akui, saya memang membiarkan saja mereka tetap masuk kerja,” katanya seperti dikutip pikiranrakyat.

Soal anggota dewan yang dikabarkan terlibat dalam kasus rekruitmen itu, Adam mengaku tidak tahu menahu. Setelah Adam membuka nama Uri, suasana rapat yang semula memanas, akhirnya mereda. Bahkan tidak lama kemudian, pimpinan rapat yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Lili Eliyah memberikan kesimpulan, dan menutup rapat.

Dewan merekomendasikan, agar Adam bertindak tegas, bila perlu mengeluarkan 220 orang honorer yang tidak punya legalitas itu. Dewan juga meminta Adam untuk bisa menghadirkan Uri, pada rapat lanjutan untuk mengungkap tuntas kasus tersebut.

Sementara itu, seusai rapat Kepala Dinas Damkar Adam Nurudin mengungkapkan perihal rekomendasi Komisi A, agar ia bertindak tegas, bila perlu mengeluarkan 220 orang honorer itu, Adam mengungkapkan, pihaknya akan membahas dulu. “Persoalannya kan nanti menyangkut gejolak yang mungkin timbul, sehingga kami harus membahas masalah ini secara mendalam,” katanya.

Namun, Adam mengaku tidak tahu menahu soal pungutan uang puluhan juta rupiah. Adam mengakui, dia sempat mendengar selentingan kabar soal adanya pungutan bagi tenaga sukarelawan itu. Namun, katanya, saat bulan November 2016 lalu saat ia memanggil para sukarelawan dan Uri sekaligus, untuk dimintai klarifikasinya, tidak ada satu pun yang mengaku dimintai uang.

“Begitu pula saat saya klarifikasi ke Pak Uri menyangkal telah menerima uang. Makanya tanpa bukti dan saksi, saya kan sulit untuk tegas,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 200 orang tenaga honorer di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cirebon, yang sudah bekerja selama tiga bulan ini, tidak memiliki legalitas apa pun alias siluman. Meski memakai seragam, namun mereka tidak memiliki SK pengangkatan baik dari Wali Kota Cirebon maupun Kepala Kantor Penanggulangan Bencana Daerah dan Damkar (KPBD Damkar) Kota Cirebon, yang mulai 2017 menjadi Kadis Damkar.

Mereka juga sama sekali tidak terdata dalam data resmi tenaga kontrak yang dilaporkan ke wali kota. Sehingga dipastikan tahun 2017, mereka tidak akan mungkin mendapatkan honor sama sekali, karena tidak dianggarkan dalam APBD 2017. Padahal, menurut informasi, mereka sudah menyetorkan uang dari mulai Rp 20 juta sampai Rp 50 juta kepada perantara, untuk bisa masuk menjadi honorer di Dinas Damkar.

Mereka bersedia menyetorkan uang puluhan juta, karena sang perantara mengiming-imingi janji tahun 2017 bisa mendaftar menjadi aparatur sipil negara, bersamaan dengan dicabutnya moratorium penerimaan ASN.(PR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed