Menunggu Kawasan Tanpa Rokok di Kota Cirebon

oleh

Cirebon Kota – Merokok di sembararang tempat. Itu tidak bisa dilakukan lagi di Kota Cirebon dalam waktu dekat. Kota Cirebon bakal punya Peraturan Deaerah yang mengatur, dimana orang boleh merokok, aturan bagi penjual, pengelola kawasan tanpa rokok dan promotor rokok.

Pembahasan soal kawasan tanpa rokok (KTR), sudah masuk dalam pembahasan di DRPD Kota Cirebon, bahkan tinggal menunggu pengesahan saja.

Aturan itu, akan mendenda perokok yang tertangkap basah merokok di KTR. KTR meliputi , tempat pendidikan, kesehatan, tempat bermain anak dan tempat ibadah. Jika perokok itu sampai disidang, maka ia akan didenda sebesar Rp100 ribu. Namun jika perokok yang tertangkap basah itu mau membayar pada saat itu, ia dikenakan denda Rp50 ribu, atau kurungan selama 3 hari. Tentu saja dengan perjanjian tidak akan mengulangi perbuatannya lagi, yaitu merokok di kawasan tanpa rokok.

Yang lebih berat lagi, adalah bagi pengola KTR, yaitu lembaga atau instansi yang melanggar, akan didenda Rp2,5 juta. Ini sama beratnya denda bagi penjual rokok.

Bagi promotor rokok, akan didenda sebesar Rp10 juta jika melanggar ketentuan yang ada dalam Perda yang saat ini masih diselesaikan di DPRD Kota Cirebon.

Namun, Perda ini juga mengatur, bahwa denda itu akan diberikan setelah para pelaku yang tertangkap basah itu sudah diberi peringatan terlebih dahulu sebanyak 3 kali. Kalau masih melanggar, denda akan dijatuhkan tanpa pandang bulu.

Raperda ini member perlindungan kepda mereka yang bukan perokok, untuk mendapat ruang segar tanpa asap rokok. Tentu  saja ini bagus bagi ibu hamil, anak-anak dan masyarakat umum.

Sembari menunggu Raperda ini disahkan menjadi Perda, ada baiknya, Pemkot Cirebon mematangkan aparat penegakan Perda yaitu Satpol PP untuk lebih memahami terlebih dahulu isi Raperda ini. Jangan sampai nanti justru anggota Satpol PP yang tertangkan oleh masyarkat, melanggar isi Raperda itu. (Jc01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *