oleh

Pasca OTT Bupati Cirebon, Camat Beber Jarang Ngantor, Pelayanan Publik pun Terganggu

jurnalcirebon.com – Pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra oleh KPK yang diduga melibatkan Camat Beber, RS dan suaminya, MLT yang menjabat Camat Astanajapura, pelayanan publik di kantor Kecamatan Beber terganggu.

RS dan MLT dikabarkan ikut diperiksa lembaga anti rasuah tersebut karena diduga kuat  terlibat lelang jabatan dan menjadi makelar Perijinan Proyek Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra.

Pantauan jurnalcirebon.com, layanan publik seperti yang berkaitan dengan keperluan tandatangan camat tidak bisa dilayani karena Camat Beber jarang ngantor pasca OTT KPK.

Kondisi tersebut dikeluhkan sejumlah pihak. Salah seorang perangkat desa di Kec Beber yang tidak mau disebutkan namannya mengaku harus menunggu lama karenakan dokumen yang akan ditandatangan harus diantarkan lebih dulu ke rumah Camat Beber di Desa Bojong Kecamatan Cilimus.

“Kalau Camat tidak ada di Kuningan biasanya dokumen di bawa staffnya ke Rumah Mewah Camat yang beralamat di Karangjalak Kota Cirebon,” terang perangkat desa.

Warga Beber lainnya,  Dasma mengatakan  kondisi layanan masyarakat yang terganggu dinilai sangat merugikan masyarakat.

Dia pun meminta Pejabat Bupati yang baru segera menon-aktifkan sementara Camat Beber.

“Agar pelayanan publlik kembali berjalan normal dan lancar. Selain itu juga untuk mengembalikan citra Kantor Kecamatan Beber yang negatif karena ada oknum  pimpinannya yang diduga terlibat Kasus OTT Bupati Sunjaya,” tegas Dasma kepada jurnal Cirebon, (19/11/2018).

Salah seorang staff Kecamatan Beber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, sudah seminggu lebih Camat RS tidak ngantor.

“Beliau ada dirumahnya dekat SMPN 1 Cilimus Desa Bojong Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan. Katanya sakitnya lagi kambuh,” kata dia.

Sementara itu, Cecep salah seorang penggiat anti korupsi didaerah tersebut,l menduga sakitnya Camat beber  dikarenakan medapatkan panggilan dari KPK untuk memberikan keterangan terkait lelang jabatan dan Kasus OTT Bupati Cirebon.

“Kami berharap  kejadian ini, tidak mengganggu layanan masyarakat di kecamatan Beber,” tandas dia. (Kang Aye)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed