oleh

Pengurus FBN RI Kabupaten Cirebon Dikukuhkan

Sumber-Organisasi Forum Bela Negara Republik Indonesia (FBN RI) Kab. Cirebon dikukuhkan oleh Ketua Umum FBN RI, Laksamana Muda TNI (Purn) Prof. DR.drg.Setyo Harnowo, Sp.BM(k), FICD, FICCD, di Gedung NU, Sumber, Senin (23/5).

Dalam sambutannya, Ketua Umum FBN RI meminta Para pengurus yang dilantik untuk turut berperan aktif dalam Program Bela Negara. “Bela Negara bukan militerisasi atau wajib militer tapi lebih kepada sikap dan prilaku,” ujar Setyo Harnowo

Dia menjelaskan saat ini militer bukan lagi sebagai ancaman tapi ancaman yang sesungguhnya justru dari non-militer seperti narkoba, gerakan radikal baik kiri maupun kanan. “Acaman non militer yang justru yang saat ini kita khawatirkan. Mereka bangsa asing mengeksploitasi kekayaan alam kita dengan cara lain. Contohnya melalui kontrak-kontrak karya dalam jangka panjang terhadap aset-aset sumber daya vital,” jelas Wakil Rektor Universitas Pertahanan ini.

Hal senada disampaikan Bupati Cirebon, Drs. H. Sunjaya Purwadisastra, SE, MSI. Dia mengatakan Indonesia adalah zamrud khatulistiwa yang penuh dengan kekayaan alam. Kondisi tersebut tentu saja membuat negara-negara lain banyak yang ingin menguasai kekayaan alam tersebut. “Karena kekayaan alam yang berlimpah inilah maka ancaman dari negara-negara asing sangat terbuka. Karenanya pertahanan Nasional melalui kesadaran bela negara perlu ditingkatkan,” ujar Bupati dalam sambutan yang dibacakan Kepala Badan Kesbanglinmas Kab Cirebon, Makmun Efendi.

Sementara itu Ketua FBN RI Kab Cirebon, Ibnu Saechu mengemukakan Bela Negara dari aspek non-militer. Dia mengatakan negara asing tidak takut dengan militer Indonesia tetapi lebih takut pada warganya. “Indonesia dengan penduduk terbesar ke-4 dunia dan warga muslim terbesar dunia merupakan potensi pertahanan terbesar,” tegas Ibnu Saechu.

Dia menambahkan, aplikasi bela negara harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat seperti keluarga dengan cara pembentukan karakter. “Dengan diterapkannya pendidikan kesadaran bela negara sejak dini diharapkan tak akan lagi terlahir ana-anak pemerkosa dan pembunuh,” tandas dia. JC001

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed