Petani Tembakau Majalengka, Setuju Harga Rokok Naik

oleh

MAJALENGKA – Para petani di sentra penghasil tembakau Kabupaten Majalengka Jawa Barat, merespon baik wacana pemerintah menaikkan harga rokok. Petani berharap, kenaikan harga rokok ini akan berimbas pada naiknya harga tembakau. Jika harga tembakau naik, petani berencana memperluas lahan perkebunan tembakau di daerah mereka.

Isu kenaikan harga rokok hingga mencapai lima puluh ribu rupiah per bungkus, diharapkan akan mempengaruhi harga jual tembakau. Petani berharap, saat kenaikan harga rokok ini direalisasikan pemerintah, harga tembakau ditingkat petani pun menjadi naik. Sebab, selama ini petani tembakau mengeluhkan mahalnya biaya produksi yang tidak sebanding dengan harga jual.

Petani mengeluhkan harga tembakau mole kering di tingkat petani saat ini mencapai 25 ribu rupiah per kilogram. Harga jual saat ini tidak sebanding dengan biaya tanam dan pemeliharaan karena harga obat dan pupuk di pasaran sangat mahal.

Petani tembakau mole di sentra penghasil tembakau majalengka mengatakan, isu kenaikan harga rokok diharapkan dapat membuka peluang bagi kemajuan petani tembakau di daerah. Asosiasi petani tembakau majalengka berharap, bila pemerintah menaikan harga rokok di pasaran, pemerintah diminta untuk menaikan harga jual tembakau di tingkat petani, agar harga jual sebanding dengan biaya produksi.

Para petani di Majalengka, biasanya melakukan tanam tembakau mulai bulan April dan akan diganti tanaman lain setelah panen. Setelah mendengar rencana kenaikan harga rokok, para petani mengurungkan niatnya untuk mengganti tanaman lain. Mereka berharap mampu meraup untung besar dari naiknya harga tembakau. Bahkan petani di Majalengka berencana akan memperluas lahan tanaman tembakau, jika tanaman ini mampu memberikan keuntungan lebih. (JC02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *