Ratusan Nasabah Global Insani Ngamuk, Kurator Dilempari Botol

oleh

Jurnalcirebon.com – Ratusan jamaah haji dan umrah BMT Global Insani mengepung rumah bos PT Surabraja Mandiri, H. Basuni di Desa Kasugengan Kidul Kecamatan Depok, Minggu (15/4/18). Mereka menuntut pengembalian dana haji dan umrah serta investasi yang mereka tanam selama 3 tahun lebih.

PT SMB yang mengelola dana nasabah BMT Global Insani gagal membayar biaya haji ke pihak bank dan tidak bisa mengembalikan dana investasi nasabah setelah perusahaan dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat setahun yang lalu.

“Jamaah sudah membayar lunas biaya haji lewati Global Insani tapi pihak GI tidak menyetorkan pihak ke bank sehingga jamaah yang selalu dikejar-kejar,” ungkap Ketua Forum Komunikasi Nasabah Global Insani, Khaeron.

Pihaknya pun menuntut BMT GI maupun PT SBM segera menyelesaikan penebusan porsi haji jamaah yang mulai berangkat tahun ini. “Selain itu kami menuntut dana investasi 4000 jamaah Global Insani secepatnya dikembalikan,” tuntut dia.

Pantauan jurnalcirebon.com, aksi ratusan jamaah tersebut nyaris ricuh. Beruntung aparat kepolisian dan TNI yang berjaga-jaga di lokasi dapat mengendalikan situasi. Perwakilan jamaah kemudian melakukan dialog dengan Direktur BMT SBM, Basuni, namun karena tidak ada titik temu pertemuan dilanjutkan di Hotel Apita, Jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Saat digelar pertemuan di hotel, sejumlah nasabah terlihat melempar botol air minum saat audiensi yang digelar bersama jajaran manajemen PT SBM dengan menghadirkan kurator yang tengah melelang aset-aset PT. SBM. Nasabah menolak kurator yang memfasilitasi audiensi tersebut.

Saat kurator baru saja membuka pertemuan dan akan memperkenalkan namanya, namun para nasabah sudah emosi dan melemparinya dengan botol air mineral. Situasi pun tampak mencekam.

Sejumlah nasabah yang tersulut emosi itu terlihat berdiri dan menunjuk-nunjuk jajaran manajemen BMT Global Insani.
“Kami ingin kejelasan dari manajemen yang berjanji akan mencari jalan keluar bersama, bukan untuk menemui kurator,” kata Ade, perwakilan nasabah dari Indramayu.

Dia mengaku kesal karena pertemuan di Hotel Apita justru kurator yang tampak memegang kendali. Padahal, audiensi di Hotel Apita merupakan usulan dari manajemen BMT Global Insani.

“Kami ke sini karena Basuni janji akan berdialog dengan kami, kenapa kurator yang ngomong,” teriak dia.

Pertemuan akhirnya dilanjutkan tanpa kehadiran kurator. Berlangsung alot dan panas, pertemuan akhirnya menghasilkan kesepakatan antara Direktur PT BMT dengan nasabah yang diwakili kuasa hukum yang ditunjuk Forum Komunikasi Nasabah Global Insani, Ibnu Saechu.

“Direktur PT SBM sepakat seluruh jamaah haji akan diberangkatkan dan porsinya akan dibayar secara bertahap. Dan seluruh dana investasi nasabah akan mulai dikembalikan mulai Mei 2018,” terang Ibnu Saechu menyebutkan salah satu poin kesepakatan. (Sanuri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *