Selidiki Kasus Penipuan Umroh dan Haji “Global Insani”, Tim Polda Jabar Turun

oleh

Jurnalcirebon.com – Tim Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Jabar turun ke Cirebon dan Kuningan untuk melengkapi bukti-bukti dugaan penipuan haji dan umrah berkedok investasi yang dilakukan BMT Global Insani dan PT Surabraja Mandiri yang bermarkas di Cirebon.

Informasi yang berhasil dihimpun jurnalcirebon.com, Senin (12/3/18) penyidik Polda Jabar yang berjumlah 7 orang melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi dan korban investasi bodong Global Insani di Cirebon dan Kuningan akhir pekan lalu.

“Selain mengecek lokasi perkebunan, mereka juga mendatangi sejumlah instansi seperti Dinas Koperasi dan UMKM, Kantor Kemenag, Dinas Perizinan dan Penanaman Modal serta Kantor OJK Cirebon,” ungkap Koordinator Forum Nasabah Global Insani, Khaeron kepada jurnalcirebon.com.

Selain itu, kata dia tim penyidik juga terus mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkap kasus dugaan kejahatan korporasi, ekonomi, perbankan dan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan para pelaku yang merugikan ribuan calon jamaah haji dan umroh.

“Sekitar 2000 calon jamaah haji terancam gagal berangkat ke tangah suci karena porsi haji yang sudah dibooking diancam dibatalkan sepihak oleh bank. Padahal, mereka telah membayar lunas biaya porsi haji tersebut melalui Global Insani,” papar Khaeron.

Dia menambahkan, ada sekitar 5.700 paket qiradh (investasi) dari sedikitnya 3.732 investor yang menanamkan investasinya ke BMT Global Insani tidak mendapat keuntungan bagi hasil seperti yang dijanjikan.

“BMT Global Insani menawarkan produk investasi syariah (qiradh) untuk mengelola sejumlah usaha seperti perkebunan jabon, jahe dan perumahan. Produk tersebut ditawarkan perpaket sebesar Rp 8 juta dan Rp 9 juta dengan prinsip bagi hasil,” tambah dia.(amar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *