Seorang Siswi SMP di Cirebon Digilir Lima Pemuda

oleh

CIREBON-Maraknya kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur mengundang keperihatinan banyak pihak. Di Cirebon, seorang pelajar SMP asal Kecamatan Astanajapura menjadi korban kekerasan seksual.

Korban, sebut saja Bunga (14) diduga digilir lima pelajar yang juga masih berstatus pelajar SMP. “Peristiwanya terjadi sekitar setengah bulan yang lalu. Kelima pelaku masih berstatus pelajar, bahkan ada yang saat ini masih mengikuti UN (Ujian Nasional) SMP,” ujar Qoribullah, pengacara korban ditemui usai melapor di Polres Cirebon, Rabu (10/5).

Informasi yang berhasil dihimpun jurnalcirebon.com, peristiwa berawal saat Bunga meminta izin keluar rumah untuk membeli pulsa. “Ngomongnya sebentar tapi ternyata ditunggu sampai Maghrib belum juga kembali,” ujar Murinah, orang tua Bunga.

Murinah mengaku terkejut saat salah seorang tetangganya memberi tahu Bunga berada di rumahnya dalam keadaan pingsan. Dia pun lantas membawa anak tercintanya tersebut pulang. “Setelah sadar saya tanyakan apa yang terjadi. Tapi anak saya awalnya tidak mau mengaku,” kata Murinah.

Namun setelah terus didesak Bunga akhirnya mengaku telah diperkosa lima orang. Para pelaku bahkan dikenal Bunga. “Saya curiga karena anak saya mengeluhkan sakit pada kemaluannya,” tambah Murinah.

Sebelum diperkosa, Bunga dicekoki minuman keras di bawah jembatan layang di Kecamatan Astanajapura. “Anak saya sempat berontak. Namun karena jumlah mereka lebih banyak anak saya tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar dia.

Saat kondisi tak sadarkan diri, para pelaku melampiaskan nafsu bejatnya dengan memperkosa korban secara bergilir. “Saya ingin agar pelaku dihukum seberat-beratnya,” tegas Murinah.

Sebelum dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Cirebon kasus ini sempat dilaporkan ke Polsek Astanajapura pada 25 April 2016. (JC001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *