oleh

Setelah PBNU Giliran MUI Keluarkan Fatwa Haram untuk CSI

-Tak Berkategori-116 views

CIREBON- Setelah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), kini giliran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cirebon mengharamkan bisnis model investasi PT Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI) Group di Cirebon. Fatwa haram MUI Kabupaten Cirebon tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 41/MUI/Kab.Cirebon/IX/2016.

Informasi yang dihimpun jurnalcirebon.com, kajian dan penelitian yang dilakukan MUI merupakan permintaan dari PT CSI Group sendiri yang diajukan pada 8 Agustus 2016 perihal Permohonan Fatwa.

“Setelah melalui serangkaian kajian dan penelitan yang cukup lama, termasuk mengumpulkan informasi, baik dari tim manajemen PT CSI Group, para nasabah, hingga kepolisian, hasilnya diputuskan haram,” tegas Ketua Badan Hukum dan Perundang-undangan MUI Kabupaten Cirebon, KH Mukhlisin Muzarie belum lama ini.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga memperhatikan pendapat-pendapat yang berkembang dalam sidang komisi fatwa, komisi hukum, dan perundang-undangan, serta komisi ekonomi MUI Kabupaten Cirebon pada 8 September 2016 di Ponpes Al- Ma’unah, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.

“Termasuk mengkaji hasil Baitsul Masail PBNU di Ponpes Kempek beberapa waktu lalu yang juga menyatakan bisnis investasi keuangan yang dipraktekkan PT CSI haram,” kata dia.

Menurut dia, usaha PT CSI atau BMT CSI Syariah Sejahtera yang dalam perjanjiannya ( akad mudharabah atau mudarabah mutlaqah) tidak mencantum kan jenis-jenis usaha riil atau trading online dan hasilnya serta menyebutkan keuntungan atau nisbah sebesar atau setara 5% dari modal secara permanen setiap bulan dan memberikan keuntungan sebagai sanksi yang dihubungkan dengan waktu apabila terlambat memberikan keuntungan atau nisbah tersebut kepada investor atau anggota, hukumnya haram karena termasuk riba.

Selain itu, tambah dia, usaha penghimpunan dana investasi atau tabungan simpanan menggunakan akad mudharabah atau mudharabah mutlaqah tanpa menjelaskan produk-produk sebagai usaha untuk mengembangkan dana tersebut tak sesuai fatwa DSN MUI Nomor 2/2000 tentang Tabungan dan Fatwa DSN MUI Nomor 3/2000 tentang Deposito, hukumnya haram karena termasuk gharar.

“Kami mengingatkan para investor, nasabah, maupun anggota BMT CSI Syariah Sejahtera berhati-hati dalam berinvestasi dengan memilih BMT yang memperhatikan prinsip-prinsip syariah dalam usaha dan perdagangannya,” tandas Mukhlisin. JC001

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *