Singli’ dan ‘Singwah’, Cara BAB Warga Jemaras Cirebon

oleh

Kab Cirebon, Tidak mudah mengubah perilaku buang air besar (BAB) sembarangan yang sudah membudaya. Begitu pun di Desa Jemaras Lor Cirebon, membujuk warga untuk BAB di WC terkendala perilaku ‘singli’ dan ‘singwah’ yang sudah turun temurun.

Singli atau ngising (BAB) di kali dan singwah atau ngising di sawah adalah perilaku warga Desa Jemaras Lor sebelum tersentuh program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat). Sebelumnya, desa ini termasuk desa tertinggal dengan perilaku BAB masih sembarangan.

“Sebelumnya, 60 persen warga BAB di kali dan di sawah. Tergantung musim, kalau musim hujan di kali, kalau musim kemarau di sawah,” kata Sri Budiarti, petugas sanitasi Desa Jemaras Lor dalam media tour Kementerian Kesehatan di Desa Jemaras Lor, Cirebon, Selasa (21/5/2013).

Diakui oleh Sri, mengubah perilaku BAB sembarangan yang sudah turun temurun memang mudah. Untuk itu, hal terpenting yang harus dilakukan lebih dulu adalah mengubah pola pikir dengan menyadarkan risiko BAB sembarangan terhadap kesehatan.

Kendala yang lain menurut Sri adalah keterbatasan ekonomi. Membangun jamban tidaklah murah, sehingga melalui program STBM ini masyarakat difasilitasi untuk membangun jamban sederhana dengan skema kredit yang terjangkau.

Hasil penerapan program STBM di Desa Jemaras Lor sejak November 2010 dinilai cukup memuaskan. Camat Kecamatan Klangenan, Zaenal A mengatakan sudah mulai banyak keluarga sadar pentingnya jamban dan membangun fasilitas tersebut di rumah masing-masing.

“Ada peningkatan sejak diterapkannya program STBM. Saat ini sudah 50 persen rumah punya WC, dari sebelumnya hanya 40 persen,” kata Zaenal.

Dari 1.175 rumah yang ada di Desa Jemaras Lor, saat ini sudah 623 rumah yang memiliki WC. (nasha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *