Tahan Bayi Keluarga Miskin, Rumah Sakit Siap Ganti Biaya Perawatan

2612 views

CIREBON — Sempat menahan bayi dari keluarga miskin karena tak mampu membayar biaya perawatan rumah sakit, RSUD Waled Kabupaten Cirebon siap mengembalikan biaya perawatan yang diperoleh dari patungan warga miskin Desa Panggangsari Kecamatan Losari.

Koordinator Kecamatan Losari Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial mengatakan pasien keluarga miskin yang juga peserta PKH yang ditahan pihak rumah sakit merupakan peserta BPJS yang iurannya dibayar pemerintah. “Pasien yang ditahan adalah keluarga miskin yang merupakan peserta bantuan iuran (PBI). Dari awal kami sudah menjelaskan ke pihak rumah sakit tapi tetap aja nggak digubris. Mereka berdalih SOP (standar operasional) dan pihak rumah sakit sedang dalam proses akreditasi jadi rumah sakit tipe A,” jelas Fauzan kepada jurnalcirebon.com, Kamis (27/10).

Setelah ramai, kata dia pihak rumah sakit baru mau mengembalikan biaya perawatan bayi yang dikumpulkan dari urunan warga miskin di kampungnya. “Setelah ramai pemberitaan pihak rumah sakit kebakaran jenggot dan melalui bidan desa dan perangkat desa setempat membujuk ibu si bayi agar mau mengembalikan kwitansi pembayaran biaya rumah sakit. Katanya nanti biaya perawatan diganti dan dapat bantuan tiap bulannya,” ujar Faozan.

Sementara itu, berita rumah sakit menahan bayi keluarga miskin mendapat reaksi dari netizen. Nouval Fuad Hasyim dalam komentarnya di situs jejaring sosial facebook mengatakan pihak rumah sakit merampas hak anak untuk mendapat kasih sayang ibunya. Sementara Astri Permatasari menyatakan uang adalah segalanya. “Jaman kapitalistik gini, pemerintah dan swasta apalagi udah pasti tujuannya duit
Dan yg gak punya duit, ya bakalan tertindas sampai mati,” kata Astri. (SAN)

bayi ditahan di rumah sakit RSUD Waled Cirebon

Posting Terkait