oleh

Bermasalah, Projek PLTU Cirebon 2 Jalan Terus

Jurnalcirebon.com – Projek Perluasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon berkapasitas 1.000 MW jalan terus meski mendapat penolakan warga setempat. Pekerjaan Konstruksi PLTU di Cirebon telah dimulai dan ditargetkan beroperasi pada tahun 2022 mendatang.

Meski mendapat tekanan karena menyalurkan pembiayaan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga batubara dan mendapatkan penolakan dari warga, dan masih terkendala perizinan, 3 lembaga keuangan yaitu JBIC (Japan Bank for International Cooperation), KEXIM (Korea Eximbank) dan NEXI (Nippon Export and Investment Insurance) untuk Proyek Ekspansi Cirebon Power Unit 2 (“Ekspansi Cirebon Power”) tetap menyalurkan pembiayaan senilai US$ 1,74 miliar atau sekitar Rp 23 triliun.

Informasi yang berhasil dihimpun jurnalcirebon.com, pengembangan PLTU ini merupakan kebijakan pemerintah, meski faktanya banyak penolakan terhdap proyek listrik batubara. Padahal, Amerika dan negara negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) juga menolak mendanai PLTU, kecuali yang masih menggunakan teknologi batubara bersih.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) bersama warga Kanci Kulon kembali menolak keras adanya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batu Bara Cirebon 2. . Gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Bandung dengan pihak tergugat dalam DPMPTSP selaku penerbit izin saat ini tengah berjalan.

Walhi menilai perizinan lingkungan baru PLTU Cirebon 2 cacat prosedur dan substansi. JBIC serta bank lain yang terlibat dalam pendanaan proyek tersebut didesak untuk membatalkan. “Saat ini Walhi bersama masyarakat kembali mengajukan gugatan atas terbitnya izin lingkungan yang baru dari DPMPTSP Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barar,” kata Ketua Walhi Jabar Dadan Ramdan melalui siaran persnya.

Dalam gugatannya Walhi dan masyarakat memohon agar Surat Keputusan Kepala DPMPTSP Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor : 660/08/19.1.05.0/DPMPTSP/2017tentang Izin Lingkungan Kegiatan Pembangunan dan Operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap Kapasitas 1 x 1000 MW Cirebon di Kecamatan Astanajapura dan Kecamatan Mundu Daerah Kabupaten Cirebon oleh PT Cirebon Energi Prasarana tertanggal 17 Juli 2017 dicabut sampai ada Keputusan Pengadilan Yang berkekuatan Hukum Tetap atau yang dikeluarkannya penetapan lain yang mencabutnya di kemudian hari.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed