Tradisi Shalat Ied 2 Kali Di Keraton Kasepuhan

oleh

Kota Cirebon : Keraton Kasepuhan Cirebon,akan melaksanakan sejumlah rangkaian tradisi menjelang hari raya lebaran yang telah dilakukan turun temurun sejak ratusan tahun lalu untuk menyambut hari kemenangan itu.

”Rangkaian tradisi Idul Fitri dimulai pada malam lebaran, setelah diumumkan 1 Syawal jatuh keesokan harinya” kata Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, Sabtu (01/07/16).

Adapun rangkaian tradisi Idul Fitri di Keraton Kasepuhan itu, yakni bada (setelah) solat Isya di malam lebaran, penghulu menuju keraton untuk menerima zakat fitrah dan zakat mal dari Sultan Sepuh dan keluarga. Selain itu, diadakan takbiran dan dlugdag di Masjid Agung Kasepuhan.

Pada pagi hari 1 Syawal, bada Subuh, penghulu dan kepala kaum masjid Keraton Kasepuhan menjemput Sultan Sepuh untuk sholat Ied. Tongkat khutbah Sunan Gunung Jati pun dikeluarkan dari keraton untuk digunakan khutbah di Langgar Agung Keraton Kasepuhan.

Sultan Sepuh kemudian sholat Ied di Langgar Agung Keraton Kasepuhan, bersama kaum kerabat keraton, dengan tradisi khutbah menggunakan Bahasa Arab. Setelah selesai, Sultan Sepuh kembali melakukan sholat Ied, yang kali ini dilakukan di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, bersama masyarakat.

”Di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, khutbahnya menggunakan bahasa Indonesia,” jelasnya

Usai solat, Sultan Sepuh kemudian menyaksikan Gamelan Sekaten ditabuh di Siti Inggil Keraton Kasepuhan. Setelah itu, menerima silaturahim keluarga di Dalem Arum. (JC.002).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *