Waduh, Ada Aturan Larangan Parpol Menarik Usungan Kandidat Cabup dan Cawabup

oleh

CIREBON, (JCO) – Detik-detik terakhir jelang pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Cirebon, para kandidat saling sikut demi mengamankan tiket usungan parpol agar bisa melenggang mulus menjadi kontestan Pilbup Cirebon 2018.

Meski dalam aturan PKPU menyebutkan bahwa parpol yang telah didaftarkan ke KPU oleh kandidat pada saat pendaftaran, tidak boleh lagi menarik atau menganulir usungannya. Namun, nyatanya pada detik-detik akhir jelang penutupan Pilbup Cirebon beberapa parpol menarik dukungan atau usungannya ke beberapa kandidat.

“Dalam peraturan KPU partai politik jelas dilarang menarik dukungan setelah pasangan calon mendaftar dan diterima. Kalau pun ditarik, KPU tetap mengakui dukungan tersebut,” ujar praktisi hukum, Ibnu Saechu kepada jurnalcirebon.com Senen (15/1/2018)

Dia menyebutkan, berdasarkan Peraturan KPU No. 3 Tahun 2017 Pasal 75 ayat (1) partai Politik atau Gabungan Partai Politik dilarang menarik pengajuan Pasangan Calon dan/atau salah seorang calon dari Pasangan Calon setelah penetapan Pasangan Calon.

“Partai Politik atau gabungan partai politik yang menarik Pasangan Calon tidak dapat mengusulkan Pasangan Calon pengganti,” kata Ibnu yang juga mantan Konsultan Hukum KPUD Kabupaten Cirebon ini.

Seperti diketahui, pada saat detik-detik akhir jelang penutupan pendaftaran Pilbup Cirebon koalis PDIP-Nasdem pecah. Nasdem kemudian bergabung dengan PKB yang hingga hari terakhir penutupan masih mencari mitra koalisi karena jumlah 8 kursi PKB di parlemen membuat PKB tidak dapat mengusung sendiri calonnya.

Pecahnya koalisi PDIP-Nasdem menguntungkan PKB. Bergabungnya Nasdem dengan PKB ibarat gayung bersambut bagi partai berlambang bola dunia ini. PDIP yang hanya menganggap Nasdem sebagai partai pendukung bukan partai pengusung menuai kekecewaan partai yang didirikan Surya Paloh ini.

Melalui Surat Keputusan DPP Nomor 282-Kpts/DPP-NasDem/I/2018 yang ditandatangani Ketua Umum Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal Johnny G. Plate, Nasdem resmi mengusung pasangan M.Luthfi-Qomar.

Hal yang sama dilakukan oleh Partai Hanura. Hanura yang sebelumnya mendukung pasangan Cabup Rakhmat-Yayat‎. Namun, ketika Luthfi-Qomar memantapkan langkahnya maju dalam dalam perhelatan politik lima tahunan setelah didukung Nasdem, DPP Partai Hanura menaruk dukungan dari pasangan Rakhmat-Yayat dan bergabung dengan koalisi PKB-Nasdem mendukung Luthfi-Qomar. (amar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *