oleh

Warga Kecewa, Pertamina Tidak Bertanggung Jawab atas Munculnya Semburan Gas

-Hukum-1.027 views

Indramayu, (JCO) –Warga Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu yang menjadi korban semburan lumpur gas menggelar aksi unjuk rasa di kantor kecamatan setempat, Jum’at (29/12/2017). Mereka menuntut PT Pertamina agar bertanggung jawab atas munculnya ratusan titik semburan gas di sekitar sumur ekplorasi migas milik Pertamina EP Asset 3 Field Jatibarang.

Informasi yang dihimpun jurnalcirebon.com,  ratusan warga yang hendak mengajukan tuntutan kepada pihak Pertamina dan pemerintah, diminta untuk membubarkan diri oleh seorang petugas kecamatan.

Warga yang berkerumun di depan kantor kecamatan pun sontak menolak membubarkan diri karena mereka ingin mengikuti pertemuan antara pemerintah dengan  pihak pertamina yang hendak melakukan audiensi secara tertutup yang fasilitasi oleh pihak kecamatan.

Dengan alasan kondisifitas yang tidak mengganggu jalannya audiensi tersebut akhirnya warga dengan sukarela menunggu hasil keputusan tersebut. Meski sejumlah warga ngotot meminta agar audiensi dilakukan secara terbuka, namun keinginan mereka ditolak.

Setelah hampir dua jam belum juga ada keputusan, satu persatu warga membubarkan diri. Microphone yang disiapkan untuk menyampaikan aspirasi dan juga orasi dari warga tak terpakai. Alasannya demi kondusivitas.

“Kami kecewa karena hasil pertemuan dengan pertamina tersebut semburan lumpur bercampur gas yang terjadi katanya bukanlah di bawah otoritas pihak pertamina, “ ujar Syuhada kepada jurnalcirebon.com.

Dia menyebutkan  ratusan titik semburan gas liar muncul di permukiman penduduk tersebar di dua desa yakni desa Pagedangan dan Sukaperna yang lokasinya berdekatan dengan sumur ekplorasi migas milik Pertamina EP Asset 3 Field Jatibarang.

Semburan gas pertama kali muncul di rumah warga pada 3 Juli 2015 silam. Kini titik semburan gas jumlahnya mencapai ratusan dan sudah menggangu aktivitas warga.  Semburan gas tidak hanya muncul di areal persawahan tetapi sudah masuk ke pemukiman warga.  “Semburan gas muncul dimana-mana, di dapur, di tengah rumah, di halaman, jalan dan gang pemukiman,” sebut Syuhada. (amar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed