oleh

Warga Kumpulkan Sumbangan untuk “Tebus” Bayi yang “Ditahan” di Rumah Sakit

-Tak Berkategori-111 views

CIREBON- Setelah empat hari “ditahan” RSUD Waled karena tak mampu bayar biaya perawatan, bayi dari pasangan Samsul Bahri dan Dayanti asal Desa Panggangsari Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon akhirnya akhirnya diizinkan pulang.

Putra pasangan keluarga miskin ini bisa pulang berkat solidaritas warga di kampungnya yang bahu-membahu mengumpulkan sumbangan untuk untuk membantu biaya perawatan bayi yang ditahan di RSUD Waled.

Keluarga yang sehari-hari tinggal di sebuah gubug di bantaran Sungai Ciberu Losari ini sebenarnya memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan mendaftar di rumah sakit menggunakan kartu BPJS yang iurannya dibayar oleh pemerintah.

“Keluarga Ibu Dayanti adalah keluarga sangat miskin dan merupakan peserta PKH (Program Keluarga Harapan) dan memiliki kartu BPJS yang iurannya dibayar oleh pemerintah,” kata Herman, Pendamping PKH Kecamatan Losari kepada jurnalcirebon.com, Sabtu (22/10).

Namun, lantaran bayi yang baru lahir tersebut belum didaftarkan BPJS, kata dia, pihak rumah sakit terpaksa memasukkan bayi sebagai pasien umum. “Sebenarnya saya sudah melaporkan ke pihak rumah sakit kalau orang tua pasien berasal dari keluarga miskin dan peserta PKH. Pihak rumah juga tahu kalau kartu BPJS untuk si bayi sedang diurus. Tapi tetap saja ditolak dengan alasan sudah lewat 3 x 24 jam,” jelas Herman.

Merasa kasihan dengan kondisi tersebut, tambah dia, warga sekampung pun berbondong-bondong mengumpulkan dana agar bisa memulangkan bayi yang masih tertahan di RSUD Waled tersebut.

“Bayinya ditahan sudah enam hari oleh pihak rumah sakit dan akhirnya bisa diambil dari sumbangan warga,” kata dia. (SAN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *